I'rab nashab mempunyai lima alamat, yaitu: fathah, alif, kasrah, ya dan menghilangkan huruf nun yang menjadi tanda i'rab rafa'.
Maksudnya: I'rab nashab itu mempunyai lima tanda, yaitu:
1. Fathah, menjadi alamat pokok (tanda asli) i'rab nashab, contoh:
2. Alif sebagai pengganti fathah, contoh:= aku telah mengenal Bakar;
= aku telah melihat Zaid.
3. Kasrah sebagai pengganti fathah, contoh:= aku telah mengenal saudaramu;
= aku telah melihat ayahmu.
4. Ya juga sebagai pengganti fathah, contoh:= aku telah mengenal guru-guru wanita;
= aku telah melihat wanita-wanita muslim.
5. Menghilangkan huruf nun, contoh:= aku telah melihat Zaid-Zaid;
= aku telah melihat dua Zaid.
Kata nazhim:= kamu (seorang perempuan) tidak akan dapat berbuat;
= kalian tidak akan dapat berbuat;
= mereka tidak akan dapat berbuat;
= kamu berdua tidak akan dapat berbuat;
= mereka berdua tidak akan dapat berbuat.
I'rab nashab mempunyai lima alamat, yaitu: fathah, alif, kasrah, ya dan membuang (menghilangkan) huruf nun.
Fathah menjadi alamat bagi i'rab nashab berada pada tiga tempat, yaitu pada isim mufrad, jamak taksir dan fi'il mudhari' bilamana kemasukan padanya amil yang me-nashab-kan dan pada akhir kalimatnya tidak bertemu dengan sesuatu pun (dari alif tatsniyah, wawu jamak, nun taukid dan sebagainya).
Maksudnya: Fathah menjadi tanda bagi i'rab nashab itu berada pada tiga tempat, yaitu pada:
1. Isim mufrad, seperti dalam contoh:
2. Jamak taksir, seperti dalam contoh:= aku telah melihat Zaid;
= aku telan membeli sebuah kitab;
= aku telah belajar ilmu syar'i.
3. Fi'il mudhari', yaitu yang kemasukan amil yang me-nashab-kan dan akhir fi'il itu tidak bertemu dengan alif dhamir tatsniyah, wawu jamak, ya muannats mukhathabah dan nun taukid, seperti dalam contoh:= aku telah melihat Zaid-Zaid;
= aku telah membeli beberapa buah kitab;
= aku telah belajar beberapa ilmu.
Kata nazhim:= dia tidak akan dapat berbuat;
= kamu tidak akan dapat berbuat;
= kami akan tetap menyembah patung anak lembu ini... (Thaha: 91).
Nashab-kanlah dengan fathah lafazh yang di-rafa'-kan dengan dhammah, kecuali pada lafazh seperti
Alif menjadi alamat bagi i'rab nashab berada pada asmaul khamsah, contoh:
Maksudnya: Alif menjadi tanda bagi i'rab nashab itu hanya terdapat pada asmaul khamsah saja.
Kata nazhim:
Jadikanlah alif sebagai alamat untuk me-nashab-kan asmaul khamsah.
Lafazh-lafazh yang di-nashab-kan dengan memakai kasrah
Kasrah menjadi alamat i'rab nashab hanya terdapat pada bentuk jamak muannats salim saja.
Contohnya seperti:
Kata nazhim:
Nashab-kanlah dengan kasrah jamak muannats salim yang telah diketahui.
Lafazh-lafazh yang di-nashab-kan dengan memakai ya
Ya menjadi alamat bagi i'rab nashab pada isim tatsniyah dan jamak (mudzakkar salim).
Contoh yang berada pada isim tatsniyah seperti:
Huruf ya yang di-sukun-kan dan huruf yang sebelumnya di-fathah-kan.
Contoh yang berada pada jamak mudzakkar salim seperti:
Huruf ya yang di-sukun-kan dan huruf sebelumnya di-kasrah-kan.
Kata nazhim:
Alamat nashab pada isim yang telah di-tatsniyah-kan dan pada jamak tadzkir dianggap shahih dengan memakai ya.
Membuang (menghilangkan) nun menjadi alamat bagi i'rab nashab pada af'alul khamsah yang di-rafa'-kannya dengan memakai nun itsbat (tetap).
Seperti lafazh:
Kata nazhim:
Af'alul khamsah bilamana di-nashab-kan maka membuang huruf nun tanda rafa' secara mutlak adalah wajib.
0 komentar:
Posting Komentar